Jumat, 18 Maret 2011

Fiksi#2

1 comment    
categories: 

Aku mengenalnya. Dia tinggal di rumah paling ujung di gang biru itu. Tapi ia tak pernah pulang sebelum jam 10 malam.

Aku mengenalnya. Dia gadis berambut pendek kusam tanpa aksesoris. Dia si polos, bahkan senyuman pun lupa dikenakannya.

Aku mengenalnya. Dia yang selalu menangis di sudut kamar dengan luka lebam biru. Kadang tertidur dengan mulut tersumbat. Rumahnya hingar bingar, tapi tak ada yang sepilu hatinya.

Aku mengenalnya. Dia perempuan populer dengan rambut berpita oranye. Kerap duduk di taman jika sore menjelang. Memeluk sebuah album foto dan menangis diam-diam.

Aku mengenal mereka. Tapi mereka tak pernah melihatku.

Related Posts:

  • Fiksi#2 !-- @page { margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } -- Aku mengenalnya. Dia tinggal di rumah paling ujung di gang biru itu. Tapi… Read More
  • Bukan Balapan Gambar dari :  http://www.flickr.com/photos/petit_ming/2489123701/sizes/z/ "Eh apa-apan lo?" teriakku melihat Sandra yang nyelonong masuk ke … Read More
  • Fiksi#1 !-- @page { margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } -- Lihat gerak itu. Aku tak sanggup bernapas lagi. Seakan semua debu di buku… Read More
  • Fiksi #3Pagi. Selalu sama. "Riaaaa, cowok itu nge-sms gue lagi. gue gatau musti ngapain. gue muak. gue mau keluar segera dari permasalahan gue. Tapi tolong ya… Read More

1 komentar:

  1. aku melihatmu.melihat semua keraguanmu.
    aku mengenalmu.mengenal semua kepolosan dan rasa ingin tahu yang membuncah sedemikian derasnya dari matamu.

    aku mengenalmu.dan mereka selalu melihatku.

    BalasHapus

Itu sih kata @dinikopi, menurut kamu?