Minggu, 23 Juni 2013

Jatuh Cinta di Jakarta

Jakarta memang tempatnya mengadu nasib dan karir. Tapi justru disinilah beberapa kisah cinta dimulai secara tak sengaja, tak bisa diprediksi, dan memiliki sensasi yang berbeda.

Jatuh cinta di Jakarta itu rasanya kompleks. Ditengah kota yang hiruk pikuk, kita bisa nggak ngerasain apa-apa dan malah senyum melulu karena kesengsem sama pasangan. Sepertinya ada banyak sudut yang bisa dikunjungi bersama. Menghabiskan waktu di tengah keramaian serta senyapnya Jakarta.

Gambar dari : http://weheartit.com/entry/58919614
Rasanya manis berpegangan tangan sambil menyusuri Kota Tua. Oh jangan lupa, tangan satunya lagi menggenggam es potong seharga dua ribu. Sejauh mata memandang hanya ada kerumunan turis yang berfoto serta anak kecil yang berlarian. Menikmati senja sampai gelap di pelataran Museum Fatahillah sambil menyenderkan bahu dan mengobrol tentang masa depan. What a lovely day.

Pernah duduk di pelataran air mancur Bundaran HI? Duduk bersisian sambil menyeruput kopi dan mengupas kacang rebus. Merekam momen orang di sekelilingmu dan kebutan mobil di kota metropolitan. Mungkin aja kalo udah sepi, bisa rebahan sambil liat bintang dan ngomongin mimpi yang belum tergapai.

Uji kelenturan hubungan kalian di pasar tradisional/modern Jakarta. Mungkin bisa Pasar Senen, Tanah Abang, Pasaraya, ITC, Glodok, atau Pasar Jatinegara. Debat kecil antara kaus berwarna hitam garis putih dan kemeja lengan pendek ukuran M, bisa berefek membangun. Makin tahu pasanganmu kayak apa, selera dia gimana, dan yang paling penting gimana kalian menghadapi konflik.

Kalau penat, sisihkan waktu berdua untuk mendengar debur ombak Pantai Ancol. Bukan pantainya sih yang penting, tapi menyaksikan matahari terbenam dengan orang tersayang :')

Di sela-sela tenggat kerja, mungkin saja kalian akan bersisian di salah satu bangku taman di pinggir jalan Jakarta. Dengan sepotong sapu tangan, cerita tentang tenggat kerja pun mengalir. Kalian akan saling mendengarkan seakan tak ada kemacetan di hadapan. Dunia hanya terdiri dari suara pasanganmu.

Tantang pasanganmu untuk naik wahana paling mengerikan di Dufan dengan bertaruh satu kecupan di pipi masing-masing. Setelahnya traktir es krim sambil mengantri di wahana paling populer. Pada akhir hari, yang ada hanya tapak kaki kalian yang bersisian. Kelelahan menggali cinta di tengah arus adrenalin.

Atau sesederhana berdesakkan di TransJakarta. Dengan tangan saling memegang, kalian akan menopang satu sama lain. Memberikan tatapan "sebentar lagi sampai kok, sabar ya" :)

Apapun itu, jatuh cinta di Jakarta selalu menyenangkan kalau kamu bertemu dengan orang yang tepat. Kota dimana kalian akan sama-sama berjuang dan di penghujung hari, saling menguatkan dengan cinta.

*ditulis dengan lebih manis oleh @banbanpret di http://banbanpret.tumblr.com/post/53679940442/meredup-sore * :')

-- hit me on @dinikopi

12 komentar:

  1. *larut dalam tulisan ini*
    *tenggelam*
    *ketiduran*
    *dan kejadian di mimpi*
    aaaaaaaaakkkk~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Manis ya. Iya.
      Makanya sebelum mimpi, ngemil gula dulu :')

      Hapus
  2. aaaaawwwwwwwwwwwww........ :') *ngebayangin jatuh cinta sama (orang) jakarta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jatuh cinta sama orang yang tepat lah pokoknya :')

      Hapus
  3. Ishhhhhh...dini.
    Manis abis tulisannya.
    Selamat jatuh cinta..pada Jakarta...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, abis ngemil gula tadi bareng semut :')

      Hapus
  4. Jakarta juga panas. Bikin pasangan dan kita berkeringat...hahai

    Nice post btw...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trus kalo paas kenapaaaa? :)))

      Hapus
  5. hemmm saya senyum-senyum aja pas baca ini :)

    BalasHapus
  6. kalo hujan dikit trus banjir dan lalulintas lumpuh beberapa jam, apa tetap tidak melunturkan cinta? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak, malah bisa jadi alasan buat bareng lebih lama karena macet :P

      Hapus

Itu sih kata @dinikopi, menurut kamu?