Tampilkan postingan dengan label Social Media Talk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Social Media Talk. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 April 2016

Akun Snapchat Artis Indonesia Yang Mesti Kamu Follow

No comments    
categories: 
Udah pake Snapchat? Jadi Snapchat adalah aplikasi video berdurasi 10 detik yang biasanya dipake buat ngerekam daily life kamu. Serunya Snapchat, bisa pake sticker lucu-lucu di video plus banyak selfie filter yang bikin ketagihan (pernah denger Face Swap? Nah itu dari Snapchat). Salah satu hal unik dari Snapchat adalah, video kamu hanya bertahan selama 24 jam. Seru bangeeet maininnya, bakal ketagihan deh.

Nah, sejak tahun 2015 udah rame orang-orang pake Snapchat. Termasuk artis. Kalo kamu nge-add akun Snapchat artis, kamu bisa mantengin kehidupan dia dari hari ke hari. Doi biasanya makan di mana, kerja bareng siapa, muka bangun tidurnya gimana, sampe selfie-selfienya. Makanya itu, saya pengen kasih kamu beberapa akun Snapchat artis dan selebriti Indonesia:

Gambar dari sini
  • Snapchat Dian Sastrowardoyo: @inidisas
  • Snapchat Luna May: @luna_maya
  • Snapchat Raisa: @raisabackstage
  • Snapchat Pevita Pearce: @pearcepev
  • Snapchat Tara Basro: @heyitsteebee
  • Snapchat Nikita Willy: @nikiwilly94
  • Snapchat Aurelie Hermansyah: @titaniaurelie
  • Snapchat Ashanty: @ashantyash
  • Snapchat Keenan Pearce: @keenpearce
  • Snapchat Prilli Ratu Consina: @prillatuconsina
  • Snapchat Vidi Aldiano: @vidialdiano
  • Snapchat Titi Kamal: @titikamal
  • Snapchat Bunga Citra Lestari: @bclsinclair
  • Snapchat Fitri Tropica: @fitrop
  • Snapchat Sheryl Sheinafia: @sheinafia
  • Snapchat Tulus: @tulusm
  • Snapchat Ahmad Kemal Palevi: @kemalpalevi 
  • Snapchat Joshua Suherman: @jojosuherman 
  • Snapchat Nabila Syakieb: @nsyakieb85 
  • Snapchat Shireen Sungkar: @shireensungkar
  • Snapchat Citra Kirana: @citrakirana
  • Snapchat Cita Citata: @cita_citata
  • Snapchat Dinda Kirana: @dindakirana
  • Snapchat Marsha Aruan: @marshaaruan
  • Snapchat Katya Shamira: @katyashamira
  • Snapchat Sivia Azizah: @diamondhurts
  • Snapchat Ify Alyssa: @ifyalyssa

Daftar akun Snapchat artis dan selebriti Indonesia ini bakal diupdate kok di kemudian hari. So, coba aja follow mereka satu per satu dan siap-siap jadi orang pertama yang dapet update kegiatan mereka. Cheers!

-- hit me on @dinikopi

Minggu, 19 April 2015

Sekilas Pengalaman Jadi Social Media Freelancer

No comments    
categories: 
Kalo ditanya udah berapa lama nyemplung di social media, rasanya tuh pengen senyum-senyum sendiri karena udah lama banget. Saya mulai profesional main di socmed sejak tahun 2010. Udah pernah pegang brand njelimet, ngerepotin amit-amit, high demand, sampe ke yang selo banget dan yang sampe taraf bisa becandaan sama followernya kayak ngobrol sama temen.

Udah pernah nyicip kerja fulltime bergaji fulltime, kerja freelance bergaji fulltime, sampe kerja lepasan bergaji lumayan buat jajan :)) Macem-macem deh. Suka dapet banyak pertanyaan dan komentar juga "enak ya jadi socmed freelance", dan rasanya gemes pengen jawab panjang lebar suka duka jadi social media freelance.

Tapi mending ditulis di post ini kali ya. Yo ayok yang mau ngintip kehidupan social media freelancer, merapat dulu *bahasa adminnya keluar*

Gambar dari sini

Senin, 18 Agustus 2014

Melamar Lowongan Social Media a la Dinikopi

8 comments    
categories: 
Sepertinya udah banyak yang ngebahas soal cara melamar pekerjaan yang baik dan benar. Tapi entah penyebaran infonya yang kurang meluas, atau para pelamar yang males, jadi masih ada banyak orang yang nggak memerhatikan cara apply job properly. Makanya saya coba menulis lagi bagaimana cara melamar lowongan social media yang kece. At least menurut saya. :P

Jadi ceritanya, saya sempat menginfokan adanya lowongan social media di Twitter sekitar sebulan yang lalu. Yang tertarik, bisa kirim CV, social media account miliknya, dan rate yang dia tawarkan. Setelah itu, ternyata lowongan yang saya sebar diinfokan kembali oleh @KampusUpdate dan jadilah email saya dibanjiri berbagai pengirim lamaran kerja.

Waktu itu sih, yang apply bervariasi. Ada yang pernah nyemplung di dunia social media sebelumnya, ada yang cuma tahu social media tapi nggak pernah kerja di sana, sampai ke yang buta sama sekali soal pekerjaan di social media. Variasi CV yang masuk juga beragam. Ada yang masih kirim CV a la HRD pabrik, sampe ke CV yang udah diukir-ukir dan ditampilkan dalam format jpeg.

Tapi pada umumnya, para pelamar banyak sekali melakukan kesalahan umum. Baiknya, saya bahas satu-satu ya:

Gambar dari sini
1) Etika Mengirimkan Email
Ini hal pertama yang saya soroti, karena penting banget. Banyak pelamar yang kasih attachment CV tok. Boro-boro ada sapaan, subject email aja biasanya kosong. Alhasil email-email kayak gini nyasar ke spam. Karena dideteksi sebagai spam kali ya sama Gmail.

Hambok itu ya kalo mau ngelamar, diperhatikan dulu etikanya. Biasakan menulis subject email tergantung keperluan. Biasanya di lowongan ada petunjuk "Isi subject dengan 'blabla'". Kalau nggak ada, ya bikin subject sendiri. Kalau saya sih biasanya pakai format "Jenis lowongan kerja - Nama". Contoh "Social Media Officer Application - Wahidini Nur Aflah". Terus, di body email jangan dikosongin juga. Dibikin sapaan gitu. Terangin kamu siapa, dari mana, maksud kamu ngirim email itu apa. Ada beberapa orang yang copy paste surat lamaran dia di body email, itu boleh juga sih. Kan jadi jelas yang baca email :)

Oh iya, kalau kamu semisal mengetahui lowongan dari teman kamu yang berada di satu agency sama HRD, boleh ditulis juga kalimat serupa "Saya mengetahui lowongan ini dari blabla". Jadi, si HRD bisa nanya ke teman kamu, semisal kamu recommended apa nggak.

2) Isi CV
Nggak tahu ya kalau lowongan lain, tapi untuk ini, saya mau kasih tips bikin CV social media yang baik. Sebenernya ada banyak jenis format CV social media. Tapi, biasanya kalau saya memakai format paling simpel dan to the point. Jadi cuma memakan 1-2 halaman Microsoft Word aja, dan nggak bikin orang lain membuang banyak waktu melototin CV-mu.

Kalau di social media, saya biasa pakai CV yang hanya berisi data diri dan pengalaman social media. Pertama ya jabarkan data dirimu, seperti nama lengkap siapa, domisili di mana, nomor handphone berapa, dan semua hal yang berhubungan dengan kontak kamu. Bisa diselipkan juga akun social media personal kamu, kayak username Twitter, URL Facebook, Blog, Linked in, dan lain-lain. Tapi saran saya sih, kalau riwayat pendidikan beserta IPK atau ijazah nggak perlu dilampirkan. Karena pekerjaan social media nggak akan peduli kamu lulusan mana dan nilai kuliahmu berapa. Yang penting sih, kamu bisa pegang akun social media mereka dengan baik apa nggak. Jadi say bye-bye to IPK dan transkrip nilai kamu. Nggak dipake di social media :))

Nah, di pengalaman social media, silakan ditulis kamu pernah pegang akun social media apa aja. Walau itu cuma akun online shop, akun komunitas, akun band kamu sendiri, atau akun event RT/RW, cantumin aja. Kalau perlu, cantumin juga berapa lama kamu pegang akun itu. Dan jika memungkinkan, tulis deskripsi pendek (hanya 1-2 kalimat) soal kerjaan ngadmin kamu di akun tadi ngapain aja. Ini akan sangat berguna bagi si pembaca CV, untuk mempertimbangkan social media skill apa saja yang sudah kamu punya.

Perlu cantumin pengalaman berorganisasi apa nggak? Buat kamu yang minim pengalaman social media, boleh saja dicantumkan. Tapi hanya pengalaman berorganisasi yang sekiranya sesuai dengan social media skill. Misal, kamu pernah jadi seksi publikasi, dokumentasi digital, atau yang sekiranya berhubungan lah. Jangan dicantumkan semua, hanya yang berhubungan aja ya.

3) Bentuk CV
Seperti yang sudah saya jabarkan di atas, CV yang baik biasanya hanya berisi 1-2 halaman saja. Jangan panjang-panjang. Nanti orang yang baca CV kamu, bosen. Emang dia cuma mau menghabiskan waktu seharian baca CV kamu doang? Apalagi kalo di agency, kan ada banyak pelamar lain yang harus dibaca CV-nya. Jadi pastikan saja walau CV-mu pendek, tapi padat dan berkesan. ;)

Penting, tapi sering terlewat. Kirim CV-mu dalam bentuk pdf! Jangan kirim bentuk mentah Microsoft Word. Kesannya nggak rapi, dan informasimu bisa aja dengan mudah dicopy paste orang lain. Kemarin sih, beberapa ada yang kirim CV dalam bentuk jpeg terus dikasih ornamen unik. Ini juga boleh, tapi pastikan sekali lagi, bahwa isinya tetap padat untuk syarat-syarat lowongan social media.

Kalau mau kirim CV dalam bentuk gambar, perhatikan juga sizenya. Jangan sampai 2 MB atau malah sampai 1 GB. Ini sih sama aja kamu merepotkan si pembaca CV. Download CV kamu lama, dan bisa-bisa diskip sama pembaca CV karena terlalu besar sizenya. Saya sih menyarankan cukup di bawah 1 MB saja. Pun, agar email lamaran kamu nggak bounce back, kalau kalau inbox si HRD lagi penuh.

4) Bebenah Akun Personal
Karena ini kamu lagi ngelamar untuk posisi social media, jangan lupa untuk bebenah akun personal kamu. Saya dan beberapa teman dari social media yang lain, akan mengalokasikan waktu menengok social media kamu lho. Untuk tahu apakah kamu kandidat yang baik untuk dihubungi lebih lanjut apa nggak. Jadi pastikan akun personal kamu dimanage dengan baik.

Yang sering bikin kesel adalah, banyak yang ngelamar lowongan social media tapi akun Twitternya digembok. Waduh! Ini niat ngelamar apa nggak sih? :P Biasanya kan si orang yang mau undang kamu interview, kudu liat akun personal kamu untuk observe gaya bahasa ngetweet kamu, apa pake bahasa alay atau bahasa yang rapi. Kan jadi pertimbangan juga, kalo CVnya bagus, bahasa ngetweetnya enak dibaca dan rapi, jadi lebih mengundang untuk interview. Dan, hindari ngeluh di Twitter ya. Akan bawa sentimen negatif ke penerima CV kamu. Dia mungkin aja mikir "Kalo gue kasih nih anak kerjaan, terus kalo ada masalah, jangan-jangan ditweet pula masalahnya". Duh, nggak sopan kan :D

Lainnya adalah, walau akun Twitter nggak digembok, tapi isinya cuma dari Path sama Instagram doang. Duh, gimana caranya tahu cara ngetweet kamu kalau begini. Mungkin tiap orang beda-beda ya. Tapi kalau saya, rada bingung untuk menilainya kalau isi timeline cuma Path sama Instagram doang ( ._.)/|

Nah, kalau kamu punya blog, kan bisa dicantumkan di CV juga. Lihat-lihat juga blog kamu. Terakhir posting tanggal berapa, posting soal apa, blognya rapi apa nggak, dan lain-lain. Si agency biasanya akan bisa observe kamu lebih baik jika kamu mencantumkan blog. Jadi bersyukurlah jika kamu blogger yang masih rajin nulis, hehehe.

5) Lain-Lain
Ada banyak printilan lain yang juga penting untuk diperhatikan. Seperti, username email kamu. Jangan sampai ngelamar dengan email zaman friendster yang usernamenya semisal "aniimoetzznged@yahoo.co.id". Lebih baik bikin email baru yang usernamenya adalah nama lengkap atau nama pena kamu.

Gambar dari sini














Selalu cek rutin emailmu. Sekarang kan teknologi makin mudah dan murah. Jadi, saya menyarankan untuk push email ke gadget kamu, atau dengan rutin cek email setiap hari. Jadi ketika ada respon dari email lowongan, kamu bisa langsung balas segera. No excuse untuk "maaf baru cek email". apalagi kamu akan melamar untuk posisi social media, kalau online aja masih bolong-bolong, gimana saat kerja nanti.

Hindari memberikan email tambahan yang isinya semisal "Halo Mbak, aku kemarin sudah kirim CV. Apa saya sudah memenuhi kriteria untuk lowongan ini? Kapam saya bisa interview?". Kemungkinan besar nggak akan dibalas. Karena, hanya kandidat yang terpilih saja yang akan dihubungi. Kalau CVmu berkesan dan padat, mereka akan menghubungimu kok :)

--

Itu tadi cuma guideline dasar aja. Selebihnya ya kamu bisa membebaskan imajinasi untuk kreasi CV kamu yang lebih unik. Seru kan! ;)

Untuk beberapa orang, informasi kayak gini mungkin saja hanya mau disebar via omongan offline. Saya sih mikir, nggak apa-apa saya tulis hal teknis kayak gini di blog. Karena kan nanti para HRD atau penerima lamaran yang enak kan kalo pelamar udah pada rapi bikin lamaran kerjanya. Nggak usah pelit bagi ilmu lah, karena di tangan pelamar lah, tongkat social media kita akan diberikan. Jadi, saling mendukung aja. Pada akhirnya, hanya pengalaman social media yang bisa membedakan satu pelamar dengan pelamar lain. Juga gaya dan keunikan personal mereka. How cool! :D

Buat kamu yang kepengen jadi anak social media, selamat datang untuk mengeksplorasi banyak hal ya. Good luck in finding social media vacancy! :)

-- hit me on @dinikopi

Jumat, 07 Maret 2014

Twitter dan Hal-Hal Negatif di Dalamnya

4 comments    
categories: 
Apa sih yang jadi motivasi kamu daftar Twitter pertama kali?

Kalau saya pertama banget daftar Twitter ya karena masih sepi, dan bisa curhat sebebasnya. Makin kesini, saya makin jatuh cinta sama Twitter lantaran daftar following saya yang lucu. Tweet yang muncul di timeline, biasanya tweet lawakan anak Twitter, foto masakan dan meme imandita yang beneran lucu, sama rekomendasi tempat, makanan, atau produk.

Menurut saya, following saya ini bisa dibilang penyelamat di kala bosan, which is selalu berhasil. Tapi, sekarang Twitter udah berubah :(
Gambar dari sini

Belakangan ini, Twitter lagi kena isu yang dihajar beruntutan. Pertama isu penembakan kucing, lalu sepasang kekasih yang membunuh mantan, kemudian merembet ke hal-hal humanis yang jadi perdebatan kelas menengah ngehe.

Oh come on, admit it. Kita betah di Twitter karena udah muak sama tayangan TV kan? Yang terus menerus menggaungkan berita negatif (which is dikategorikan sebagai berita baik buat mereka). Kita udah muak dibombardir sama pemberitaan yang bikin kita pesimis sama dunia ini, bikin kita terus-terusan parno buat jalan malam hari, dan lain-lain. Makanya, saya dan mungkin beberapa dari kalian mulai unfollow akun berita. Karena nggak mau mencemari timeline sama headline super aneh yang bikin dahi kita mengernyit terus-terusan.

Tapi, setelah dihajar oleh masalah yang kontroversial berturut-turut, banyak anak Twitter "menyalin" info ini ke Twitter. Berita yang bikin kita ngeri dan pesimis ini, kembali dibawa ke Twitter. I was like, man I am following you in order to stay away from those negative craps. And then you tell it to Twitter? *sigh*

Saya bukan bilang bahwa isu itu semua nggak penting. Kita semua punya ketertarikan pada satu atau banyak isu. Kita membela dan berjuang untuk isu kita masing-masing. Tapi, kalo berjuangnya di Twitter ya sama aja boong sih. Twitter itu, prinsipnya adalah gerbang. Cukup tahu adanya suatu info, lalu susun jadi aksi nyata kalo kamu beneran gemes sama suatu masalah. Ngajak orang twitwar di timeline sama sekali nggak membantu menyelesaikan masalah. Bikin orang lain sakit mental, iya. So please, stop it.

Beside, it's Twitter anyway. Susah untuk bisa berdiskusi secara efektif dalam 140 karakter. Hilangnya tanda baca dan ekspresi lawan bicara, memperbesar kemungkinan kita untuk salah persepsi. Jadi, mau sebacot apa pun kamu di Twitter, it doesn't worth.

Gambar dari sini
Dan, sebaiknya kalau kamu beneran gemas sama suatu masalah, fight it offline. Fokus di sana dan nggak usah memusingkan "gue udah berbuat A, lo udah berbuat apa?". I believe real activists do not ask like that. Dia akan lebih mementingkan usaha apa lagi yang belum sempat dia kerjakan, daripada "orang lain udah berbuat apa?".

Balik lagi ke soal pemberitaan negatif Twitter. I beg you, at least who read it, stop it. Biarkanlah timeline kamu ramai ngomongin soal A atau B atau bahkan C. Jika itu adalah berita negatif dan menyebar kebencian, lebih baik kamu jangan retweet atau ikut mempermasalahkan hal tersebut. Jangan gara-gara "orang lain udah ngomongin hal itu, gue juga harus ikutan biar keren". It really, not it is.

Oh dan perlu diingat. Apa yang kamu baca, belum tentu benar. Dalam semua masalah, selalu ada tiga sudut pandang : pelaku, korban, dan kebenaran. Jadi, selalu ada alasan-alasan yang missed untuk kamu tahu. Menilai orang sembarang dari "tweet kata orang" saya kira sih nggak bijaksana. Kamu nggak tahu betapa caci dan makian di Twitter bisa bikin orang sakit jiwa. Biarlah yang bermasalah diurusi oleh orang yang bertanggung jawab. Kalian nggak usah ikut-ikutan. You give them misery, which is so rude in my opinion.

Jadi, udah siap untuk kembali ke timeline Twitter lama? Yang penuh sama tweet kocak bikin kamu terhibur dan betah? Well, let's start with your own timeline ;)


-- hit me on @dinikopi

Kamis, 11 Juli 2013

Dibalik Serentetan Tweet

2 comments    
categories: 
Twitter sekarang buat orang lebih mudah mengenal kita. Dari Twitter, kita bisa tahu kayak apa tuh (pemikiran) orang, tinggal dimana, temenan sama siapa, dan sifatnya kayak apa. Tapi ini nggak saklek sih menurut saya. Ada beberapa terms of condition yang perlu dilihat kalau mau menilai orang dari tweetnya.

1) Tweet orang biasanya dipengaruhi sama timelinenya. Timeline kan isinya orang yang dia follow. Jadi biasanya orang akan ngetweet hal yang serupa dengan apa yang ditampilkan di timeline. Misalnya kalo dia follow selebtweet semua, ya pantes timeline dia bahasanya random. Kalo isi timeline dia ayat Tuhan, pastinya dia akan keseret ngetweet religius.

Gambar dari : http://weheartit.com/entry/67763666/via/Pandinha_Sensual
2) Biasanya orang ngetweet konten sebagaimana dia mau dicitrakan. Maksudnya, personal branding gitu. Kamu mungkin punya temen sekelas yang anak BEM garis keras di kampus. Tapi dia tertarik banget sama musik, dan pengen dikenal orang sebagai musisi. Jadi ya jangan heran kalo timeline Twitternya kebanyakan tentang info musik daripada ngetweet isi demo :P

3) Atas nama followers, mungkin aja lho orang yang serius di dunia nyata berubah jadi ngelucu dan galau di timeline. Kamu kan nggak tahu kalo ternyata mention dan RT yang banyak dari tweet dia ya pas konten lucu dan galau. Jadi, dia nerusin deh untuk bikin konten serupa.

4) Orang yang lagi ada masalah atau mengalami perubahan besar dalam hidupnya, biasanya cenderung akan bikin tweet yang beda dari biasanya. Jangan langsung ngejudge dia nggak asik. Kamu nggak tahu apa yang terjadi sama hidupnya.

Serta masih banyak lagi keadaan di luar sana yang kamu nggak tahu satu per satu. Namanya juga hidup, namanya juga beda orang, ya nggak bisa diseragamkan. Tapi, tetep aja dong tweet kamu ya harus kamu yang bertanggung jawab sama isinya. Jangan tweet trus kabur gitu aja kayak kiss and run.

Happy tweeting!

-- hit me on @dinikopi

Kamis, 04 Juli 2013

Mau Jadi Anak Socmed? Baca Ini Dulu

5 comments    
categories: 
Dua atau tiga tahun lalu, yang namanya social media mungkin nggak kedengeran, dan nggak diperkirakan bakal sebesar ini sekarang. Tapi selamat datang di tahun 2013, tahun dimana apa aja ada social medianya. Bahkan kayaknya brand traktor buat ngebajak sawah aja punya Twitter sama Facebook Fanpage :))

Karena semua brand udah lomba cepet-cepetan masuk social media, kece-kecean akun dengan follower terbanyak, maka lowongan kerjaan di social media emang lagi basah-basahnya nih. Lowongan kerja di bidang social media saya perhatiin emang nggak pernah sepi sih. Ada aja tawarannya, mulai dari fulltime, freelance, sampe outsourcing. Tapi ya itu, orang yang kompeten di sini masih dibilang sangat sedikit.

Gambar dari sini
Jadi orang social media emang nggak cuma ngeposting status atau tweet, trus YouTube-an sepanjang hari. Siapa bilang kerjanya gampang? Mungkin memang iya, terlihat di permukaan. Tapi, bidang social media butuh beberapa skill yang lebih spesifik dan teknis. Plus, harus punya pemahaman tentang ilmu komunikasi secara dasar sih.

Belajar social media tuh belum ada ilmu pakemnya. Jadi kamu musti nyemplung dulu biar belajar banyak. Nggak ada teori yang bisa menyelamatkan kamu, kecuali praktek di lapangan. Semakin kamu banyak praktek, nantinya ketemu banyak masalah kan tuh, kalo kamu bisa ngehandle masalah ini dengan baik, selamat kamu udah satu tahap lebih paham social media daripada sebelumnya.

Trus, belajarnya dari mana?

Saya saranin sih ya dari akun kamu sendiri. Atau kamu bikin akun pseudonim.
Ibaratnya gini, mulai dari akun (bikinan) kamu, kamu mulai belajar gimana caranya ngetenarin nih akun, konten apa yang mau ditawarkan ke orang, gimana cara ngebungkus konten dengan menarik biar orang mau follow dan ikut berinteraksi, gimana caranya menjawab mention yang sopan, kapan harus ngetweet atau bikin status yang bakal rame dikomenin orang, dan lain-lain.

Kalo kamu sendiri udah berhasil maintain ini dengan baik di akun (bikinan) kamu sendiri, kamu akan gampang megang akun brand. Karena ya hampir-hampir mirip. Cuma bedanya, kalo brand ya punya duit lebih, jadi bisa banyak bikin aktifitas ini itu buat cara menarik orangnya :P Lebih gampang kan :P

Makanya itu, bagus atau nggaknya seorang pekerja social media, kadang diukur dari ketenaran akun pribadinya. Kalo dia punya follower banyak, konten yang dia hasilkan di akun pribadi menarik, rame feedback dari orang, nih anak pasti bisa megang akun brand secara baik pula. Tapi kalo akun pribadinya aja masih awut-awutan, ya perlu dipertanyakan lagi sih.

Oh iya, bocoran aja nih. Kalo kamu ngelamar jadi anak social media di agency, biasanya yang mau nginterview kamu ini, bakal kepo ke akun social media kamu, sampe ke blog segala. Dan hasil kepo ini, akan menentukan kamu masuk apa nggak jadi tim mereka di agency. Jadi, kalo kamu sekarang berniat ngelamar jadi anak social media, coba itu akun pribadi diurusin dulu yang bener :D

Good luck :D

-- hit me on @dinikopi

Selasa, 23 April 2013

Social Media for Working @akbersolo #Akber52

4 comments    
categories: ,
Bidang Social Media yang udah jadi makanan saya sehari-hari kan masih terdengar asing di kalangan umum. Saat ditanya orang "Dini sekarang kerjannya ngapain sih?", saya jadi bingung sendiri mau jawab apa. Kan nggak mungkin jawab "Yah kerjanya ngetweet sama post status Facebook tapi dibayar" :P Pun jadi kesulitan saat saya butuh orang untuk kerja sama di bidang social media. Khususnya, cari Social Media Specialist baru. Karena ilmu ini tergolong baru, belum ada bukunya, dan kalo mau belajar ya musti otodidak.

Dari pemikiran inilah, saya beberapa kali mengadakan sharing social media. Yang pertama di Club SPEAK tentang "Social Media for Social Movement" lalu sempet juga bikin "Social Media for Working Training" yang berdurasi 4 jam sendiri x)) Nah, pas training terakhir ini, @AryanataR iseng nanya "Kenapa sih Din nggak sharing di Akademi Berbagi?". Saat itu saya cuma bengong, karena sumpah nggak kepikiran.

Tapi, lama-lama jadi kepikiran juga. Iya ya, kenapa nggak sekalian mengajukan diri sharing di Akademi Berbagi? Akhirnya teman saya, @Galihprataa yang juga volunteer @AkberSolo, menawarkan kesempatan berbagi disana. Saya langsung terima dan siap berangkat ke Solo sekalian jalan-jalan :D

Tadinya sempat pesimis peserta yang datang akan sedikit, lantaran topik "Social Media for Working" yang saya bawakan mungkin tidak diketahui orang banyak. Tapi ternyata, yang datang mencapai 20 orang dan semuanya memerhatikan materi dengan wajah antusias yang disertai dengan anggukan disana-sini. Ditambah obrolan tambahan setelah akhir kelas lantaran masih ada peserta yang penasaran lebih lanjut tentang social media. Ah senangnya :')


Materi yang saya bawakan adalah tentang Social Media Specialist secara khusus. Saking khususnya, jadi mencantumkan hal-hal spesifik. Slidenya bisa didownload di http://bit.ly/akber52 ya :)

Dan kesenangan sharing nggak sampai disana, cerita tentang "Social Media Working" ini pun sempat diliput oleh beberapa portal berita lokal seperti yang ada di sini, situ, dan sono. Bener kata Akademi Berbagi, sharing bikin hepi ^^

Setelah ini, saya rencananya bakal ngisi kelas "Social Media for Social Movemet" di Akademi Berbagi Madiun juga awal Mei ini. Sampai ketemu di Madiun ya :D


-- hit me on @dinikopi

Kamis, 14 Februari 2013

Sukses Dengan Personal Branding

Iya apa sih?
Belakangan ini sering banget disebut personal branding.
Kata orang sih, sama kayak pencitraan. Tapi, berhubung sejak SBY menjabat kayaknya pencitraan kok kayak hal yang negatif ya. Padahal kan semua orang melakukannya. Nah, sama tuh kayak personal branding. Semua orang melakukannya dengan sadar ataupun nggak

Jadi apa sih personal branding?
Gambar dari : http://pinterest.com/pin/269230883945449540/

Sederhananya, personal branding itu adalah bagaimana kita mau orang mengenal kita. Kamu pengen orang inget kamu sebagai apa sih? Seorang blogger dengan konten teknologi? Penulis puisi yang bisa melumerkan hati pembacanya? Seseorang yang asik diajak ngobrol serta luwes berkomunikasi? Semuanya bisa diatur sesuai bagaimana kamu menyusun personal branding kamu

Nyusun personal branding itu gampang gampang susah. Saya pun masih belajar dari mengamati beberapa tokoh sekitar. Yang pasti, semakin konsisten kita melabelkan diri kita, akan semakin kuat personal brandingnya.

Bukan mau narsis, tapi contoh saya yang membrandingkan dengan nama "dinikopi" dan mengasosiasikannya dengan kopi, penulis, #LDR, dan social media. Saya menuliskan label ini di semua social media yang saya punya. Di bio Twitter, username, full name, tetek bengek Facebook, blog, bahkan di dunia nyata saya memiliki selusin kaos berlogo dinikopi, tablet yang bergambar dinikopi, cangkir kopi berlogo dinikopi, dan masih banyak lagi. Sebut saya narsis atau kepedean, tapi saya percaya cara ini ampuh untuk "menghipnotis" orang dengan personal branding kita.

Nggak cukup sampai disitu, personal branding bisa diperkuat dengan cara konsistensi kamu di dunia maya dan dunia nyata. Kalau personal branding kamu adalah penulis, kamu perbanyak tweet-tweet tentang tulisan, karya tulis kamu, atau apapun yang berhubungan dengan dunia penulisan. Melenceng sih boleh, tapi jaga terus komposisi tweet kamu agar lebih banyak tentang ini. Begitu pun di dunia nyata, kamu bisa membawa notebook kemana-mana atau mengantongi buku.

Mungkin ada yang bilang, kok munafik banget ya seniat itu membohongi orang. Lho, ini bukan membohongi. Agar terus konsisten, kamu ya harus cari personal branding yang kamu banget. Kalau kamu gaptek ya jangan sok-sokan melabelkan diri sebagai "pengamat social media". Pasti nggak akan konsisten karena kamu nggak menguasai arena.

Cari satu kekuatan dirimu yang bisa kamu tonjolkan. Bahkan label "absurd" atau "sering typo saat ngetik" aja bisa kamu bikin personal branding kalo kamu mau. Semakin jujur kamu sengan dirimu, semakin baik personal branding yang nantinya dihasilkan. Dan efeknya akan makin melekat di orang-orang.

Gambar dari : http://pinterest.com/pin/269230883945092973/
Cara ngukur apakah personal branding kita sudah berhasil apa belum, coba aja lihat temen kamu sering mention kamu soal apa. Kalau kamu personal branding "penulis"nya kuat, maka mention akan banyak masuk seputar nanya bazaar buku, nanya judul buku yang menarik, ngeshare info lomba menulis, atau nanyain karya tulisan kamu. Atau yang personal branding usernamenya kuat, kamu bisa bikin orang manggil kamu di dunia nyata pake username, bukan nama lengkap asli. Mihihiii. Sampe tahap ini, selamat kamu berhasil \('o')/

Eh emang apa pentingnya bikin personal branding? Penting banget sih menurut saya, karena kan di dunia ini udah banyak ya orang seragam. Jadi kalau kamu pengen diingat oleh kenalan baru, bos di perusahaan masa depan, sesi kenalan dengan idola kamu, kamu harus punya personal branding agar orang bisa mengingat kamu dengan unik. Plus, kalau personal branding kamu kuat di satu bidang, orang-orang akan nggak segan untuk menawarkan kerjaan/proyek/rejeki yang berhubungan dengan spesialisasi kamu ini.

Nah buruaaaan sekarang mikirin personal branding apa yang cocok sama kamu. Selamat mencoba :D


-- hit me on @dinikopi

Senin, 28 Januari 2013

Tips Biar Banyak yg Followback

13 comments    
categories: 
Namanya orang bersocial media, pasti ada keinginan untuk jadi terkenal atau setidaknya punya follower banyak demi berbagai tujuan. Beberapa orang mungkin sudah menulis cara-cara meningkatkan follower. Contohnya tulisan saya soal prinsip follow di Twitter yang ini dan tulisan Jonru di Kompasiana. Tapi, saya perhatiin, sebenarnya yang diperluin itu adalah gimana sih biar orang yang kita kenal di dunia nyata, mau followback kita di Twitter?

So here I am, nulis beberapa cara biar orang dengan senang hati ngefollow kamu. Cara ini juga cocok untuk tujuan biar orang-orang yg nggak kenal kamu di dunia nyata juga followback kamu di Twitter :

1. Bikin username yang unik
Username itu adalah gerbang pertama penarik orang mau follow kita atau nggak. Kebanyakan orang memang memilih nama panjang atau panggilan mereka untuk jadi username di Twitter. Tapi, justru username aneh lah yang biasanya menarik perhatian orang dengan lebih efektif. Contohnya adalah : @pipis, @merelakan, @anakkopi, @bukik, dan masih banyak lagi username unik lainnya. Baiknya sih, bikin username yang "kamu banget"

2. Personal Branding
Personal branding itu, gampangnya adalah gimana kamu kepengen orang memandang kamu. Kamu bisa membuat orang memandang kamu sebagai seorang penulis novel hebat, seorang pembuat film proffesional, seseorang yang luar biasa lucu, hanya dari personal branding. Semakin kuat perosnal branding kamu, semakin orang akan tertarik untuk follow kamu. Misalnya kayak saya yang menyebut diri sebagai "dinikopi", seorang yang betah minum kopi sambil menulis. Jadi, orang-orang akan tahu kalau follow saya di Twitter, pasti tweet saya nggak jauh soal kopi dan menulis.

Personal branding ini bisa dibangun dari avatar Twitter, bio, background Twitter, dan tweet sehari-hari. Salah satu contoh konkret adalah Twitter teman saya @GhufronMustaqim. Lihat deh avatar, background Twitter, dan bionya yang konsisten ke satu hal : proffesional leader. Jadi, saat kita klik akun Twitter nya dan lihat semuanya, kita akan tahu kalau ngefollow Ghufron itu, dia bakal tweet nggak jauh-jauh tentang : Indonesia, anak muda, perubahan sosial, dan Forum for Indonesia.

Ibarat orang lagi lagi nyari mobil untuk dibeli, dia hanya akan berkunujung ke situs otomotif. Sama seperti orang yang tertarik dengan isu sosial, akan sukarela follow @GhufronMustaqim karena tahu ada banyak info tentang isu sosial di akunnya. Semakin kuat personal branding kamu, semakin mantap pula kamu menarik orang-orang dengan ketertarikan isu yang sama. :)

3. Rajin Mention Orang
Gimana kamu mau difollowback idolamu kalau kamu nggak mention dia. Bukan mention minta followback ya. Tapi mention ngajak ngobrol. Kalau idolamu sedang melempar satu topik di timeline-nya, balas tweetnya dengan sopan dan usahakan menarik perhatiannya. Lakukan ini dengan rutin. Biasanya sih lama kelamaan, idolamu akan penasaran dan klik profil Twittermu, kalau personal branding kamu pas dengan interest dia, maka kemungkinan besar dia akan followback kamu.

Seru kan, bisa berhubungan langsung sama sang idola, difollow back pula ;)

4. Konsistensi Tweet
Oke, personal branding kamu misalnya orang yang kreatif, kamu sebaiknya konsisten ngetweet hal-hal yang berhubungan dengan dunia kreatif. Karena kalau kamu keseringan melencengnya, orang nggak akan tertarik sama akun Twittermu, nggak jadi follow deh :P Ngetweet galau dan modus boleh aja sih, tapi ya jangan kebanyakan biar personal branding kamu tetap terjaga. Atau kalau cara saya, bisa ngetweet yg aneh-aneh tapi kalo timeline udah sepi :P

5. Jangan Spam Obrolan
Ada perbedaan yang besar dalam tweet "Hai @kamu apa kabar?" dengan "@kamu Hai apa kabar nih?". Tweet pertama akan dibaca oleh semua orang yang follow kamu, walaupun dia nggak follow @kamu. Tweet kedua, hanya akan dibaca oleh followermu yang ngefollow @kamu. Usahakan kalau mau ngobrol dan bertanya hanya ke satu orang, letakkan @kamu di depan tweet. Biar timeline nggak penuh sama obrolan kamu doang. Ini krusial sih menurut saya. Karena kebanyakan orang akan ogah ngefollow orang yang kerjaannya spamming dengan konten yang nggak berguna untuk dia.

Gambar dari : http://pinterest.com/pin/200339883393863802/
6. Selow Aja
Seperti kata Jonru, minta orang untuk followback kita itu nggak sopan. Itu seperti memaksa orang untuk ngedengerin omongan kita 24 jam nonstop. Nggak usah mentionin orang untuk followback kamu, apalagi maksa.. Toh kamu follow dia juga gratis. Kalo nggak suka ya silahkan unfollow. Saya sih mendingan diunfollow daripada difollow tapi di-mute. Itu adalah senista-nistanya perlakuan di Twitter.

Ada yang suka bilang "followback aku dong, biar bisa DM", menurut saya, kalau untuk berkomunikasi kan bisa mention. Kalau mau yang lebih privasi, bisa via BBM, SMS, atau email. Alasan followback biar bisa DM itu, cheesy abis.

Hmm, apalagi ya?
Kayaknya itu sih poin penting yang musti kamu perhatikan biar orang mau ngefollow kamu. Kalaupun dia nggak ngefollow kamu, ya nggak apa-apa kan seharusnya. Kamu masih bisa ngobrol tanpa saling follow. Dan Twitter, nggak hanya sekedar "punya follower" banyak.

-- hit me on @dinikopi

Rabu, 02 Januari 2013

Our Post is Our Responsibility

Gambar dari : http://pinterest.com/pin/269230883945449552/

Semenjak era Twitter yang memudahkan kita untuk berbicara, saya dan penghasil tweet lainnya berprinsip "Ini kan Twitter gue, terserah gue mau ngomong apa. Nggak suka ya unfollow". Sampai sekarang sih prinsip itu makin ada.

Saya lupa turning point nya kapan, akhirnya saya menyadari kalau prinsip tadi nggak sepenuhnya benar dan ternyata sangat egois. Maksudnya gini...

Apapun yang kita sebar di dunia maya ini kan bisa diakses bebas. Tweet (jika akunnya tak diproteksi) sampai postingan blog ini, bisa dibaca seluruh dunia. Secuil pemikiran yang kita tuangkan, sedikit banyak akan memengaruhi mindset orang lain. Dampaknya bisa secara menyeluruh atau hanya sekedar lalu.

Kalau kamu nulis tentang konsep demokrasi, dan ada yang baca, bisa jadi tulisan kamu akan memberikan dampak pada konsep berpikirnya. Bukan nggak mungkin kalau dia akhirnya jadi menyetujui demokrasi atau anti demorasi. Bahkan sesederhana tweet berbunyi "cuma cewek yang mandinya lama" saja, jika dibaca oleh banyak orang, kemungkinan besar terbentuk opini publik bahwa memang perempuan menghabiskan waktu banyak untuk mandi.

Ini bahaya, bro. Kemudahan akses yang kita dapat, memang menguntungkan, tapi juga bisa jadi boomerang. Sekarang udah nggak ada lagi "bacot gue bukan urusan lo", karena apapun yang kamu tulis atau bagi, akan memengaruhi dunia tempat kamu berpijak. Seperti apa dunia yang ingin kamu bentuk, tergantung dari apa yang kamu post atau bagikan :)

-- hit me on @dinikopi

Senin, 19 November 2012

Pssst, Jangan Ditweet!

2 comments    
categories: 
Selamat datang di era globalisasi dimana berkeluh kesah dapat dilakukan semudah memencet tombol.
Twitter menjadikannya mudah. Kamu tinggal masuk ke situs micro-blogging itu, menuliskan sederet kata di kepalamu, dan memencet tombol "Tweet". Voila! Keluh kesahmu dapat dilihat oleh orang satu dunia.

Nggak ada salahnya berkeluh kesah, itu wajar dan sangat manusiawi. Bahkan saya juga sering kok melakukannya ;)
Gambar dari : http://pinterest.com/pin/109493834659944736/

Beberapa keluh kesah yang hilir mudik ada di timeline saya, biasanya soal pekerjaan. Lembur yang nggak habisnya, kerjaan satu kelar muncul yang lain, masuk kantor lagi di hari Senin, dan bermacam gumpalan kekesalan tentang kerja. Saya sih suka senyum-senyum sendiri dan menimpali beberapa diantaranya, apalagi kalau senasib seperjuangan dengan kerjaan saya. Duh, bisa rame :))

Tapi, saya mendadak terpaku oleh tweet seseorang, saya lupa siapa yang menulis dan kalimat persisnya, intinya adalah ngapain sih masih ngeluh-ngeluh kerjaan? Kalau masih dikasih kerjaan, artinya masih dikasih rejeki. Dan misalnya ya, udah nggak ketahan banget mau curhat soal kerjaan, ya mbok jangan di Twitter. Kalo orang baca, kan bisa bikin pendapat miring soal perusahaan kamu, ataupun yang lebih parah kalau boss baca dan kamu malah dipecat cuma gara-gara tweet, kan nggak lucu banget kan :D

Saya mikir, iya juga sih ya. Namanya kerjaan itu tanggung jawab. Seberat apapun, selelah apapun, sekesel apapun, ya dijalanin aja. Masih banyak pengangguran lain yang mengincar kerjaan kamu dan bahkan berjuang mati-matian untuk dapat berada di posisi kamu. Nah, kamu yang udah ada di posisi itu, malah berkeluh kesah aja. Nggak bijak aja kan :)

Saya sendiri pun udah berulang kali mengerem soal merepet kerjaan di Twitter. Ya udahlah ya, kalo kerjaan nggak kelar, ya itu resiko. Toh kalo gajian seneng juga. Masa iya gaji mau tapi kerjanya nggak mau :)) Dan kalopun ada hal-hal yang nggak adil mengenai kerjaanmu kayak invoice nggak cair, boss yang nggak mau toleran, atau apapun itu, ya mbok dikurangin keluhannya gitu, mendingan ngomong sama orangnya langsung. Daripada nantinya membawa hal-hal yang nggak diinginkan :)

Berat sih ya untuk ngerem ocehan di Twitter. Tapi worth it kok, yuk sama saya, sama-sama untuk setidaknya nggak ngeluh soal kerjaan di Twitter :D


-- hit me on @dinikopi

Rabu, 17 Oktober 2012

#2 Social Media Festival 2012

6 comments    
categories: ,
Yang namanya suatu festival itu lebih asik kalo kamu punya temen. Saya yang sehari-hari jalan sendirian ngerasain betapa terharunya dua hari berturut-turut di Social Media Festival ketemu banyak banget teman lama yang berkecimpung di dunia social media, temen-temen komunitas, bahkan ketemu orang-orang yang biasanya mentionan doang di Twitter. Social Media Festival jadi ajang kopdarhore saya :')

Hari kedua banyak saya habiskan sendiri menjelajah banyak sopt-spot menarik di Social Media Festival. Secara lebih enak kalo menjelajah sendiri. Nggak berantem stand mana duluan yang mau dijambangi. Tapi, kekurangannya adalah nggak ada yang diajak seru-seruan atau sekedar foto di stand-stand kece. Ya sudahlah ya.

Tapi menjelang sore hingga malam saya duduk bersama teman tersayang dari komunitas dan mentor social media saya dulu, Sultan dan Fikha. Yippie! Dimulai lah kabar socmed terbaru, gosip anak socmed, sampai berbagi cerita kesibukan sehari-hari. Sederhana tapi membahagiakan! :)

Difotoin @akhmadamal :))
Begitu juga hari ketiga dimana dari siang sampai malam saya ngintilin teman-teman saya. Duduk anteng di stand CocaCola sambil ngomongin gadget, diajarin pose untuk foto levitasihore, berburu gratisan, main holahop, ketemu partner socmed sayang yang tak tergantikan (tapi namanya nggak boleh disebut, pacarnya bisa ngamuk :P), sampe nonton Soulvibe bareng-bareng sambil teriak dan karaoke keras-keras :"D

We levitate, not jump! Foto by @giepelangi
Kata @akhmadamal : @dinikopi @rahneputri @giepelangi dan semua yang berakhiran huruf "i" :D 
Reunian! :"D foto by @akhmadamal

Social Media Festival hari ketiga isinya waktu berkualitas sama teman! Iya sih sesekali saya menjambangi stand-stand komunitas dan brand untuk dapat goodiebag atau gratisan. Tapi apa daya, saya cuma dapet beberapa printilan gratis. Hoki saya nggak gede, tuips. ( .__.)/|oh god why|



Karna udah banyak temen yang diajak seseruan, saya sempat foto di beberapa spot Social Media Festival. Hore!



Social Media Festival ditutup dengan teteriakan heboh liat performa Soulvibe di panggung utama. Sehabis pulang, saya kayak nggak mau bangun dari mimpi indah. Rasanya festival seseru itu wajib banget diadain lebih heboh tahun depan. Dan dengan orang yang beragam lagi datengnya!

Kamu yang belum sempat datang ke acara Social Media Festival tahun ini, tahun besok kosongin jadwal ya. Nggak akan nyesel kok! Sekian dan terima seribu komen :)))


-- hit me on @dinikopi

#1 Social Media Festival 2012

Wohooo! Social Media Festival 2012 bisa dibilang ajang bergengsinya anak-anak socmed di tahun 2012 ini. Saya yang mendeklarasikan jatuh cinta pada social media, kudu dateng ke acara ini, tuips!

Social Media Festival digelar tiga hari mulai tanggal 12-14 Oktober 2012 di Gelanggang Renang Senayang. Acara ini adalah acara tahun kedua setelah sukses gelar Social Media Festival 2011 di f(X) Lifestyle X'enter, Sudirman. Acara yang kedua ini outdoor bok. Beda jauh sama acara #SocMedFest yang di mall (indoor) tahun lalu. Karena Jakarta lagi parah banget panasnya (kayaknya pawang hujannya sukses berat), jadilah Social Media Festival berasa kayak SummerFest :P

Acara tahun kedua ini katanya sih lebih rame. Saya nggak dateng ke acara yang tahun pertama soalnya. Tahun ini saya lihat ada buanyak banget komunitas yang tergabung. Mulai dari komunitas serius sampe komunitas hore doang. Yah, semua anak socmed kumpul disini gitu. Gimana nggak tumplek :))

Selain rame sama brand dan komunitas, ada juga berbagai pengisi acara di Social Media Festival. Dibagi jadi lima panggung. Mini stage satu, dua, tiga, classroom, dan main stage. Wuih kebayang kan penuhnya jadwal acara di Social Media Festival 2012 kali ini. Makanya jadi seru!

Hari pertama saya nggak dateng karena itu Jumat. Kuliah bok. Hari kedua saya dateng sebagai talkshow explorer. Soalnya banyak pakar Social Media yang ada disini. Jam 12 sampe 1 siang ada Mas Chandra yang ngajak gosip socmed, isinya ngobrol socmed dan ada konsultasi socmed gratis untuk komunitas atau brandmu. Kurang keren apalagi cobak O_O

Nah, sorenya salah satu komunitas yang saya ikutin, Social Media Strategist Club, bakal isi sesi di classroom sama Akademi Berbagi. Isinya oprek studi kasus brand-brand yang campaign di social medianya sukses. Waktu itu yang dioprek ada Acer dengan campaign film Durable Love dan Cornetto dengan Cornetto Summer Festival. Di akhirnya, lagi-lagi pakar socmed ini menawarkn konsultasi gratis atau sekedar mau tanya-tanya juga boleh. Woh, ilmu gratis siapa yang nolak ;)

Hari kedua Social Media Festival seru banget! Selain jadi talkshow explorer, saya juga nyempetin dateng ke beberapa stand komunitas. Seperti Club SPEAK yang majang banyak banget merchandise untuk dibawa pulang gratis, stand Club Indonesia Bersih yang ngasih film KitavsKorupsi gratis, sampe ke stand WatdefakMovie! Wanjir yang satu itu bikin jantungan, tuips. Idenya anti-mainstream banget di Indonesia :D

Ada paper craft waktu SPEAKFest 2011, berbagai merchandise, dan petisi integritas!
Satu DVD dapet dua keping! Isinya film pendek anti-korupsi yang seru dan diperankan oleh artis hits :D
Pengumuman Watdefaknya menarik banget! Bisa di-zoom nggak? Kreatif abis. Dan di sebelah adalah ekspresi saya sehabis nonton :))

Waduh banyak banget sih yang saya eksplor di hari kedua. Ada banyak social media accessories statement yang lucu-lucu, kartu ucapan yang bisa dimodifikasi ala social media, papan fingerboardgasm yang ternyata main skateboard pake tangan, main ular tangga ala CocaCola, berbagai barang daur ulang dari komunitas lingkungan, sampe kopi gratisan! :))



Daaaan, karena ini acara social media, ada buanyak banget colokan listrik dong tuips! Sampe ada charging station gini depan main stage XD

Penuh kan colokannya
Selain komunitas dan brand, banyak juga selebtweet bahkan artis yang dateng kesini. Kebanyakan artis ini ya mereka pengisi acara. Jadi panggung ga cuma terisi talkshow ala komunitas atau brand tapi juga entertainment! Untuk pemburu kuis, di Social Media Festival adalah tempat yang tepat untuk kamu datangin. Bertebar hadiah mulai dari sticker gratis sampe laptop! Menggiurkan banget emang, tapi sayang saya selalu nggak pernah hoki kalo soal kusi-kuisan. Harus berpuas diri dapetin kopi grais doang :O

Acara Social Media Festival sampe malem kok digelarnya. Waktu saya pulang jam 9 malam pun masih sangat rame. Aih, sampai bertemu di Social Media hari ketiga :D


-- hit me on @dinikopi

Trik Gaet Brand Ke Komunitas

4 comments    
categories: 
Hari pertama Social Media Festival 2012 di Gelanggang Renang Senayan, saya langsung bersikukuh jadi talkshow explorer pada hari kedua itu. Pasalnya ada banyak pakar-pakar social media yang kumpul, dan ini jadi ajang meet up komunitas yang saya ikutin, Social Media Strategist Club, sih.

Talkshow pertama saya langsung kepincut sama obrolan tentang Webseries yang dibawain sama Dennis Adhiswara, itu lho terkenalnya sih pas jadi bintang FTV. Talkshownya digelar di mini stage tiga. Sesuai talkshow itu, saya nggak beranjak dari mini stage tiga dan ternyata muncul lah one of my favorite social media persons, Shafiq Pontoh!

Gambar dari : http://pinterest.com/pin/73957618850209902/
Mas Shafiq ngajak ngobrol soal "How To Tap Into Brand". Isinya tentang gimana sih, komunitas sosial bisa partneran sama brand tanpa ngilangin idealisme si komunitas itu sendiri. Secara kan bok, brand itu tujuannya komersil. Pasti sedikit banyak akan lebih condong ke komersil daripada social value. Nah, di obrolan ini, Mas Shafiq berbagi beberapa trik teknis yang oke banget!

Kunci dari suatu komunitas untuk bisa menggaet brand untuk mensponsori komunitas adalah, cari inti nilai sosial yang dibawa oleh  komunitasmu, lalu temukan satu brand yang "komunitasmu" banget. Misalnya nih Mas Shafiq di komunitas IDBerkebun, pastinya akan ngegaet perusahaan bibit tanaman dan pemasok air untuk mensponsori komunitasnya.

Iya dong, inti dari komunitas berkebun adalah menanam sesuatu dan mengairi serta merawatnya dengan teratur sampai menghasilkan sayur atau buah kan? Nah, bibit bisa minta dari brand, air juga. Beres kan. Komunitasmu tersponsori dengan baik. Brand juga nggak komersil-komersil banget, karena emang produknya itu inti dari komunitas kita. Simbiosis mutualismenya dapet banget.

Misalnya lagi, kamu punya komunitas Bike To Campus, carilah brand yang bisa memasok sepeda untuk komunitasmu, Ini misalnya lho ya. Karena kan inti dari komunitas bersepeda ya sepedanya itu sendiri. Jangan cari brand pemasok handuk untuk lap keringat untuk jadi sponsor komunitas bersepeda. Pasti jadinya akan sulit membaurkan kepentingan komunitas dan brand. Kalo selek kan sayang banget kerjasamanya putus.

Mas Shafiq juga menyontohkan studi kasus dalam acara. Misalnya pas acara PictFest di Desember 2011 lalu. PictFest itu adalah acara yang diprakarsai SalingSilang untuk memfasilitasi para penggiat social media (dominasi sih dimeriahkan oleh komunitas) yang suka berbagi gambar! Kayak komunitas travelling, komunitas kuliner, dan masih banyak lagi. Karena emang berbagi gambar berarti menceritakan ribuan kisah kan ;)

Nah, untuk menggelar acara sevisual ini, SalingSilang butuh banyak sekali proyektor agar semua gambar bisa ditampilkan dengan maksimal. Tapi masalahnya sewa satu proyektor aja mahalnya bukan kepalang. Apalagi kalo mau memfasilitasi puluhan proyektor. Duitnya darimana? Akhirnya mereka deketin Acer untuk mau mensponsori acara ini. Jadi di acara PictFest proyektor yang berjejer itu digunakan maksimal untuk mendukung acara. Dan jelas-jelas publik bisa lihat semuanya empowered by Acer.

Nah kan, komunitas untung, brand juga dapet publisitas. Simbiosis mutualismenya dapet banget ;)

Gambar dari : http://pinterest.com/pin/269230883945092992/
Tips juga untuk para penggiat komunitas, sekarang udah nggak jaman lagi aktivis merasa anti-brand. Mungkin ada beberapa aktivis yang lihat brand dari sisi komersilnya doang. Eits, tapi sekarang jamannya aktivis kepo ke produk dan promo brand satu per satu. Fungsinya biar saat kamu ada aacara atau membutuhkan sponsorship, kamu bisa pilih dan mengajukan penawaran secara tepat ke brand yang tepat pula ;)

Hayooo, follow dan like gih akun-akun brand di Social Media. Biar komunitasmu bisa menemukan brand yang cocok! :D

-- hit me on @dinikopi

Selasa, 09 Oktober 2012

Apa Sih Selebtweet Itu? :O

1 comment    
categories: 
Siapa disini yang nggak mainan Twitter?
Aduh, mainan dulu gih, baru baca blog saya yang ini :D

Jadi gini, buat kamu yang sering mainan Twitter, pasti sering denger kata "selebtweet". Nah, apa sih emangnya selebtweet itu? Sebenernya nggak ada definisi yang pakem sih tentang ini. Ada yang bilang selebtweet, ada yang sebut tweetceleb, apapun itu, rasanya kita setuju kalo mereka adalah orang yang terkenal di Twitter.

Kalo boleh sotoy dan menyimpulkan sendiri, selebtweet adalah orang biasa yang tiba-tiba mendadak ngetop di Twitter (dilihat dari jumlah followers) gara-gara tweet-tweetnya. Nah, kalo pemain film terkenal gara-gara kemampuan aktingnya, model ngetop lantaran tubuhnya, kalo selebtweet ini rame fans gara-gara tweetnya itu disukai banyak orang :)

Ada yang ngebedain tweetceleb sama selebtweet. Dia bilang kalo selebtweet adalah orang biasa yang tiba-tiba ngetop di Twitter gara-gara tweetnya. Kalo tweetceleb itu adalah selebritis yang udah punya fans banyak di dunia nyata, terus masuk deh di Twitter. Gitu.

Gambar dari : http://pinterest.com/pin/36169603227338895/
Bingung kan? Yah, intinya kedua golongan ini ngetop gitu deh. Banyak fansnya ( .__.)/|

Nah selebtweet ini mulai beragam jenisnya. Ada yang emang disukai gara-gara tweetnya ngawur, tweetnya bijak, atau bahkan malah suka bikin tweetwar/twitwar (perang sesama akun di Twitter). Nah banyak dari mereka ini kan emang punya keahlian menulis yang bagus (entah beneran nulis buku atau nulis tweet doang). Talenta inilah yang biasanya dipake.

Jadinya di jaman sekarang, selebtweet pinter banget memanfaatkan talenta mereka itu. Mereka punya banyak followers (entah follower beneran atau beli follower), jadi buzzer suatu brand (dibayar kan per tweetnya atau dibayar per paket tweet), bikin buku (biasanya novel), bikin film dari novelnya, terkenal deh. Kalo udah terkenal sampe ke dunia nyata kan lebih enak tuh. Mau main FTV atau jadi bintang iklan juga bisa :P

Nah, kira-kira kayak gitu siklus selebtweet di dunia Twitter Indonesia. Walau dari deskripsi saya yang tadi, agaknya menyindir, tapi saya sebagai orang socmed tau banget kalo nggak boleh meremehkan kekuatan buzzer mereka. Ya tapi ya, kalau lebih berorientasi menjual diri daripada memaintain followers sih, agak gengges gimana gitu XD

Oh saya udah #gagalpaham ya? :))

Yah pokoknya begitu deh selebtweet. Udah pada ngerti kan ya? :D


-- hit me on @dinikopi

Minggu, 26 Agustus 2012

Bersenang-Senang di Twitter, Yuk! :)

No comments    
categories: 

Twitter itu udah kayak taman bermain saya. Kalo stress, butuh hiburan, atau bahkan cari inspirasi, saya pasti buka Twitter. Yah, selain kerja di arena Twitter juga sik. Susah ya bok kalo Social Media Geek. Otak saya isiya social media mulu ini :P

Kamu udah pernah bermain-main di Twitter? Belum? Aduuuh kemana aja? Diapain aja itu Twitter kamu? Sini saya kasih tahu gimana caranya bersenang-senang di Twitter! :)

Yang paling utama sih, singkirkan dulu perasaan. Loh gimana mau main-main kalo perasaan dibawa terus. Ada juga ntar gontok-gontokkan bukan bersenang-senang :)))

Mereka yang bersenang-senang di Twitter biasanya dikenal dengan tweet asal nyeleneh, tapi menggelitik, kayak tweet-tweet dibawah ini :



Nah, agak useless, tapi lucu kan? Ya gitu deh. Emang poinnya adalah ngetweet buat lucu-lucuan. Kalo pun ada unsur perasaan disitu, itu sebagian besar bukan perasaan dia. Tapi lebih ke kepengen aja ngetweet soal itu :P

Nah, biasanya yang kayak gini diartikan orang sebagai ngetweet serius. Aduh, kalo mau serius, mendingan bantuin saya penelitian sini biar saya cepet lulus, buka login Twitter :))) Santai aja. Jangan dibawa hati, jangan dibawa serius, Twitter itu buat main :D

Orang yang ngetweet marah-marah, bisa aja ternyata dia ngetweet sambil garuk-garuk pantat. Atau orang yang lagi ngetweet mellow bisa aja sebenernya dia lagi nonton sinetron komedi, jangan langsung iyakan apa yang kamu baca di Twitter. Kamu masih percaya sama tweet for fun? Well, good luck aja ya :D


Gambar dari :  http://pinterest.com/pin/269230883944495099/


-- hit me on @dinikopi

Jangan Salahin Twitter, Dong!

2 comments    
categories: 

Jaman Twitter udah buat beberapa prinsip kehidupan makin bergeser yah. Beberapa orang mengeluhkan untuk nggak mainan Twitter hanya karena merasa privasi mereka ternodai (halah). Atau mereka merasa risih dijejali begitu banyak distraksi disana sini.

Ah, tapi nggak segitu buruknya kok pengaruh Twitter. Kalau kamu bisa manage dan memanfaatkan dengan baik yah.

Dalam hal ini, kayaknya saya bisa ngeliat ada beberapa kategori orang yang mainan Twitter, yaitu yang memanfaatkan Twitter seperti diary mereka, yang mainan Twitter buat lucu-lucuan (Twitter for fun), dan yang terakhir adalah mereka yang ngeduitin Twitter.

Gambar dari :  http://pinterest.com/pin/269230883944494884/
Buat orang klasifikasi pertama, yaitu yang hobi curhat di Twitter, mereka hanya bisa “laporan” aktivitas sehari-hari mereka di Twitter, mengumumkan perasaan mereka, dan mereka jujur terhadap apa yang mereka tulis tanpa mereka saring. Sounds familiar? Yap golongan yang gini buanyak banget. Mungkin agak risih ya, hehehe kalo gitu kamu sama kayak saya *kemudian toss pantat berjamaah*

Nah, golongan kedua adalah mereka yang main Twitter buat fun. Mereka ini yang sering ngobrol di Twitter, jarang ngetweet perasaan jujur mereka, ngeRT beberapa quotes yang mereka suka. Kadang-kadang yang golongan kedua ini saru sama yang pertama sih. Bedanya golongan kedua ini lebih nggak main hati pas masuk Twitter. Gila deh kalo udah becanda di Twitter. Biasanya selebtweet saya golongkan ke kelas ini.

Golongan ketiga yang tahu situasi sih, menurut saya. Mereka tahu ada jejaring yang bernama Twitter, mereka biasanya udah melewati tahap saat dimana mereka dalam golongan pertama dan kedua. Tapi mereka jenuh, ya kok begitu begitu doang di Twitter, eh akhirnya mereka menemukan cara bagaimana caranya menghasilkan duit dari Twitter.

Yap, siapa bilang buzzer, pemilik akun quotes, atau admin akun brand nggak pernah curhat atau ngobrol di Twitter. Mereka pernah, tapi dulu banget, akhirnya jenuh, dan mencapai tahap ketiga ini biar ada penghasilan tambahan gitu (ehem)

Gambar dari :  http://pinterest.com/pin/180988478745495711/
Balik lagi ke persoalan yang diatas. Twitter udah buat kehidupan kita kadang jadi nggak sama kayak dulu. Risih sama mereka yang curhat dan menuduh kalo mereka nggak punya privasi. Gemes sama mereka yang ngobrol di Twitter doang, atau kehilangan “suara hati” asli mereka karena keseret info yang terlalu banyak di timeline. Duh, rempong ya.

Menurut saya, balik lagi sih ke pribadi dan tujuan orang itu main Twitter. Kalo golongan pertama yang sukanya curhat mulu sih saran saya nggak usah difollow kalo nggak suka. Kalo golongan kedua tweetnya main candaan perasaan atau biasanya ngetweet perasaan, saran saya nggak usah diambil hati. Mereka ngetweet itu buat lucu-lucuan aja, bukan curhat beneran. Kalo golongan ketiga, silahkan follow asal kamu benar-benar cocok sama interest mereka.

Main Twitter sebenernya aman. Asal kamu bisa memanfaatkan logika dan tombol follow dengan bijak. Twitter didesain untuk kamu mengikuti orang-orang yang kamu pedulikan tweetnya. Kalo bahasa saya, hanya follow orang-orang yang kamu banget. Kalo kamu geek komputer, ya unfollow aja akun gosip selebriti dong. Kalo kamu risih sama orang yg curhat melulu kerjaannya, ya unfollow aja dong. Nggak usah segan. Itu Twitter kamu, gunakan seperti apa maumu.

Masalah nggak enak hati kalo ngeunfollow teman, udah pernah saya tulis disini nih. Santai aja kali. Orang yang ngejek “sombong” mereka yang ngunfollow teman hanya karena tweetnya tidak sesuai lah, yang nggak ngerti pemakaian Twitter gimana. Toh, tanpa saling follow, masih bisa berkomunikasi dengan mention. Twitter itu cerdas, jangan sampai kitanya yang jadi bodoh ;)

Gambar dari :  http://pinterest.com/pin/269230883944650479/



-- hit me on @dinikopi