Senin, 28 Januari 2013

Tips Biar Banyak yg Followback

13 comments    
categories: 
Namanya orang bersocial media, pasti ada keinginan untuk jadi terkenal atau setidaknya punya follower banyak demi berbagai tujuan. Beberapa orang mungkin sudah menulis cara-cara meningkatkan follower. Contohnya tulisan saya soal prinsip follow di Twitter yang ini dan tulisan Jonru di Kompasiana. Tapi, saya perhatiin, sebenarnya yang diperluin itu adalah gimana sih biar orang yang kita kenal di dunia nyata, mau followback kita di Twitter?

So here I am, nulis beberapa cara biar orang dengan senang hati ngefollow kamu. Cara ini juga cocok untuk tujuan biar orang-orang yg nggak kenal kamu di dunia nyata juga followback kamu di Twitter :

1. Bikin username yang unik
Username itu adalah gerbang pertama penarik orang mau follow kita atau nggak. Kebanyakan orang memang memilih nama panjang atau panggilan mereka untuk jadi username di Twitter. Tapi, justru username aneh lah yang biasanya menarik perhatian orang dengan lebih efektif. Contohnya adalah : @pipis, @merelakan, @anakkopi, @bukik, dan masih banyak lagi username unik lainnya. Baiknya sih, bikin username yang "kamu banget"

2. Personal Branding
Personal branding itu, gampangnya adalah gimana kamu kepengen orang memandang kamu. Kamu bisa membuat orang memandang kamu sebagai seorang penulis novel hebat, seorang pembuat film proffesional, seseorang yang luar biasa lucu, hanya dari personal branding. Semakin kuat perosnal branding kamu, semakin orang akan tertarik untuk follow kamu. Misalnya kayak saya yang menyebut diri sebagai "dinikopi", seorang yang betah minum kopi sambil menulis. Jadi, orang-orang akan tahu kalau follow saya di Twitter, pasti tweet saya nggak jauh soal kopi dan menulis.

Personal branding ini bisa dibangun dari avatar Twitter, bio, background Twitter, dan tweet sehari-hari. Salah satu contoh konkret adalah Twitter teman saya @GhufronMustaqim. Lihat deh avatar, background Twitter, dan bionya yang konsisten ke satu hal : proffesional leader. Jadi, saat kita klik akun Twitter nya dan lihat semuanya, kita akan tahu kalau ngefollow Ghufron itu, dia bakal tweet nggak jauh-jauh tentang : Indonesia, anak muda, perubahan sosial, dan Forum for Indonesia.

Ibarat orang lagi lagi nyari mobil untuk dibeli, dia hanya akan berkunujung ke situs otomotif. Sama seperti orang yang tertarik dengan isu sosial, akan sukarela follow @GhufronMustaqim karena tahu ada banyak info tentang isu sosial di akunnya. Semakin kuat personal branding kamu, semakin mantap pula kamu menarik orang-orang dengan ketertarikan isu yang sama. :)

3. Rajin Mention Orang
Gimana kamu mau difollowback idolamu kalau kamu nggak mention dia. Bukan mention minta followback ya. Tapi mention ngajak ngobrol. Kalau idolamu sedang melempar satu topik di timeline-nya, balas tweetnya dengan sopan dan usahakan menarik perhatiannya. Lakukan ini dengan rutin. Biasanya sih lama kelamaan, idolamu akan penasaran dan klik profil Twittermu, kalau personal branding kamu pas dengan interest dia, maka kemungkinan besar dia akan followback kamu.

Seru kan, bisa berhubungan langsung sama sang idola, difollow back pula ;)

4. Konsistensi Tweet
Oke, personal branding kamu misalnya orang yang kreatif, kamu sebaiknya konsisten ngetweet hal-hal yang berhubungan dengan dunia kreatif. Karena kalau kamu keseringan melencengnya, orang nggak akan tertarik sama akun Twittermu, nggak jadi follow deh :P Ngetweet galau dan modus boleh aja sih, tapi ya jangan kebanyakan biar personal branding kamu tetap terjaga. Atau kalau cara saya, bisa ngetweet yg aneh-aneh tapi kalo timeline udah sepi :P

5. Jangan Spam Obrolan
Ada perbedaan yang besar dalam tweet "Hai @kamu apa kabar?" dengan "@kamu Hai apa kabar nih?". Tweet pertama akan dibaca oleh semua orang yang follow kamu, walaupun dia nggak follow @kamu. Tweet kedua, hanya akan dibaca oleh followermu yang ngefollow @kamu. Usahakan kalau mau ngobrol dan bertanya hanya ke satu orang, letakkan @kamu di depan tweet. Biar timeline nggak penuh sama obrolan kamu doang. Ini krusial sih menurut saya. Karena kebanyakan orang akan ogah ngefollow orang yang kerjaannya spamming dengan konten yang nggak berguna untuk dia.

Gambar dari : http://pinterest.com/pin/200339883393863802/
6. Selow Aja
Seperti kata Jonru, minta orang untuk followback kita itu nggak sopan. Itu seperti memaksa orang untuk ngedengerin omongan kita 24 jam nonstop. Nggak usah mentionin orang untuk followback kamu, apalagi maksa.. Toh kamu follow dia juga gratis. Kalo nggak suka ya silahkan unfollow. Saya sih mendingan diunfollow daripada difollow tapi di-mute. Itu adalah senista-nistanya perlakuan di Twitter.

Ada yang suka bilang "followback aku dong, biar bisa DM", menurut saya, kalau untuk berkomunikasi kan bisa mention. Kalau mau yang lebih privasi, bisa via BBM, SMS, atau email. Alasan followback biar bisa DM itu, cheesy abis.

Hmm, apalagi ya?
Kayaknya itu sih poin penting yang musti kamu perhatikan biar orang mau ngefollow kamu. Kalaupun dia nggak ngefollow kamu, ya nggak apa-apa kan seharusnya. Kamu masih bisa ngobrol tanpa saling follow. Dan Twitter, nggak hanya sekedar "punya follower" banyak.

-- hit me on @dinikopi

13 komentar:

  1. Wew, thanks Dini... :D
    Jadi, makin semangat memperbaiki cara membangun personal branding via twitter. Gue tergolong baru sih make socmed yang satu ini... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aakkk masa sih, seorang Glen masih tergolong baru? Mihihihiii

      Hapus
  2. Hahaha syuka banget nih! :-)

    BalasHapus
  3. Nah ini dia...ini dia artikel yang tepat bila tiba-tiba ada yang minta follback .Josh tenan! Makasih Dini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gue pun pertama kali nulis ini karena gregetan sama FolbekUnite :)))

      Hapus
  4. Waaahhhh Mantabh nih...

    Trims Sistah...

    BalasHapus
  5. mantap, banyak hal yang baru gue tau dari postingan ini ..

    Follow blog gue ya :
    mnafarin.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung praktekin ya kak :D

      Hapus
    2. nanti insya allah di praktekin..

      Eh, ko manggilnya kk sih ?

      Hapus

Itu sih kata @dinikopi, menurut kamu?