Rabu, 16 Januari 2013

#30HariMenulisSuratCinta Hari ke-3 "Dear My Future Children"


Hei my future children,

Ibu menulis ini dari tahun 2013. Tahun dimana umur Ibu baru mencapai 23 dan belum memilikimu. Namun, kamu perlu tahu bahwa Ibu seringkali memikirkanmu dengan detail.

Saat ini, Ibu membayangkan kamu akan tumbuh menjadi seorang anak yang pemberani. Jika kamu perempuan, pasti rambutmu ikal dan bermata besar. Jika kamu laki-laki Ibu menebak kamu berambut lurus dengan mata teduh yang agak menyipit ketika kau tersenyum. Seperti apa pun kau nanti, kau pasti adalah anak yang hebat. Anak yang Ibu banggakan tingkahnya :)

Gambar dari : http://pinterest.com/pin/269230883945253848/
Kamu mau jadi apa sih? Sini bisikin ke Ibu. Mau jadi penulis novel fantasi? Atau kamu tertarik jadi fisikawan yang bermimpi kerja di CERN? Mungkin juga kamu malah bermimpi jadi rockstar yang mana menyanyi di bawah sorotan sinar di atas panggung adalah passionmu? Ibu dukung, Nak. Ibu akan dukung selama kamu bisa bertanggung jawab dengan mimpimu.

Ibu hidup dengan prinsip demokratis. Sejak kecil, Ibu sudah dibiasakan untuk memilih keputusan dan diharuskan bertanggung jawab terhadapnya. Ini kepengen banget Ibu turunkan kepadamu. Saat kecil, mungkin Ibu akan bantu memilihkan beberapa keputusan untukmu. Ibu mungkin juga menjadi sangat galak dan cerewet dengan beberapa jalan yang Ibu pilihkan. Tapi, percaya deh sama Ibu, itu Ibu lakukan untuk kebaikan kamu. Ibu akan mencoba menjelaskan dengan bahasa yang kau mengerti kenapa suatu keputusan harus diambil. Dan setelah cukup umur nanti, Ibu akan memercayai kamu untuk mengambil keputusan yang lebih besar :)

Jadi deal ya? Mana kelingkingnya? Kita janji dulu...

Oh iya, kita juga akan menghabiskan banyak waktu dengan mengobrol berdua setelah kamu pulang sekolah. Kamu akan bercerita soal nilai ujianmu, tes olahraga yang sulit, atau juga teman-teman yang kamu ajak ke rumah untuk main masak-masakan. Kita akan banyak berbicara tentang pentingnya memerlakukan orang dengan setara. Bahwa kita tidak bisa menilai orang dari sisi luarnya saja, bahwa kamu harus memercayai kemampuanmu dibandingkan cemoohan orang lain, atau juga ada banyak hal lain yang lebih penting diurus daripada pemerintah yang hanya berbicara soal selangkangan saja.

We will have a lot of good times, together. I promise.

Diluar itu, tentu ada peluangnya untuk kita mengalami banyak masa dengan bertengkar atau tidak berbicara satu sama lain dalam jangka waktu yang lama. Jika ini terjadi, ketahuilah bahwa Ibu pun sakit apabila harus membuatmu sedih. Sini, peluk Ibu deh dan cerita apa yang kamu rasakan, Ibu pun akan jujur tentang perasaan Ibu, lalu kita akan berdiskusi, dan memutuskan mana yang paling baik untuk kita berdua. Janji ya, jangan ngambek lagi :’)

Yang paling penting sih, Ibu harap Ibu bisa jadi teman terbaik untukmu. Ibu mungkin bukan robot sempurna yang tak melakukan kesalahan. Tapi, saat ada masalah, akan selalu ada ruang untuk kita ngobrol bareng dan membereskannya ya.

With love
Your future mom


-- hit me on @dinikopi

4 komentar:

  1. calon anakmu itu pasti seneng banget punya ibu seperti kamu. nice post anyway. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamin! I assure (s)he'll do :'D

      Hapus
  2. Din, please print this letter, keep it save and give it to your future children when she/he turn 17th. They must be glad to know this.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaaaakkk Anthaaa, saran yang bagus! Will do :')

      Hapus

Itu sih kata @dinikopi, menurut kamu?