Sabtu, 16 Mei 2009

Singkirkan Minuman Isotonik

No comments    
categories: 

Alam telah memberikan yang terbaik pada manusia. Namun, mengapa kita selalu meragukan kemampuan alam membantu kita? Percayalah pada yang alami.


Hilir mudik iklan minuman isotonik di media massa tak terelakkan lagi telah menyihir paradigma kita dengan anggapan baru. Digembar gemborkan bahwa cairan berion ini lebih ampuh daripada air putih biasa. Selain dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang, produk isotonik ini mampu menyegarkan tubuh, serta sederet kehebatan lain. Akan tetapi perlu adanya pemahaman lebih mendalam dari masyarakat tentang kebenaran tersebut.

Oleh karena adanya NaCl (garam) di minuman ini, maka kita dapat menyimpulkan bahwa sebenarnya minuman isotonik adalah larutan garam. Yang membedakannya hanyalah ditambahkan vitamin-vitamin tertentu. NaCl ini akan melepas ion Na (natrium) dan Cl (klorida) untuk menggantikan ion-ion senama yang keluar. Peristiwa ini menunjukkan bahwa cairan tubuh seakan tergantikan. Sedangkan, setiap hari manusia membutuhkan cairan dengan jumlah rata-rata 2.000 sampai 2.500 ml untuk mengganti cairan yang keluar melalui pernapasan, keringat, dan urin.

Minuman isotonik terdiri dari 98% air dan 2% sisanya adalah garam, Kalium Fosfat, Magnesium Sitrat, Kalsium Laktat, sedikit gula, serta vitamin-vitamin tertentu. Tak ayal lagi, minuman ini juga ditambahkan zat perwarna dan zat pengawet. Setiap kandungan komposisi membawa pengaruh tersendiri bagi tubuh manusia. Sebagai makhluk Tuhan yang berakal, kita wajib mengetahui manfaat dari zat-zat dalam cairan isotonik ini.

Berdampak Pada Tubuh

Seperti telah kita ketahui, apabila terlalu banyak menelan garam, maka peluang mengidap hipertensi (tekanan darah tinggi) akan semakin besar. Begitu pula dengan minuman isotonik, makin maniak dengan minuman ini, makin tinggi tekanan darah kita. Oleh karena itu, ada saat-saat tertentu dimana kita bisa menegak isotonik dengan aman. Contohnya, pada saat kita melakukan pekerjaan fisik yang sangat berat sehingga menghasilkan keringat dalam jumlah banyak. Untuk kondisi ini, diperbolehkan mengkonsumsi isotonik karena memang tubuh kita memerlukan pengganti ion dengan cepat.

Dalam kondisi normal, tubuh orang dewasa hanya memerlukan 2,3 gram natrium per hari, sedangkan klorida hanya 50-100 mg. Dosen pada Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor, Fransiska Rungkat Zakaria, mengatakan bahwa sebenarnya dari makanan sehari-hari pun kebutuhan ion Na dan Cl sudah terpenuhi. Bahkan jika kita memasak tanpa garam pun, kebutuhan ion ini sudah cukup dari bahan-bahan makanan. Jadi dalam keadaan normal, kebutuhan ion ini tidak perlu dari minuman isotonik.

Bahan pengawet adalah zat yang paling berbahaya dalam kasus ini. Zat pengawet yang ditambahkan biasanya berupa natrium benzoat dan kalium sorbat. Penambahan zat beracun ini dimaksudkan untuk mencegah pembusukan minuman, namun jika komposisinya di atas ambang batas akan merusak sistem tubuh. Ironisnya, para produsen tidak terang-terangan mencantumkan komposisi ini. Kalaupun ada, dicetak dengan huruf super kecil atau dengan bahasa asing.

Komite Masyarakat Antibahan Pengawet (Kombet) menguak 15 merk minuman isotonik yang memakai natrium benzoat dan mencantunkan pada label, 3 merk memakai natrium benzoat dan kalium sorbat tetapi hanya mencantumkan salah satu pada komposisi, dan enam merk tidak menuliskan bahan pengawet yang dipakainya. Disamping itu, ditemukan lima merk isotonik yang bebas bahan pengawet.

Jangan menganggap remeh konsumsi zat pengawet, kita bisa mengidap penyakit lupus (Sistemic Lupus Erythematosus) bila terlalu intens mengkonsumsinya. Penyakit lupus ini berupa peradangan menahun yang menyerang berbagai bagian tubuh, terutama kulit, sendi, darah, dan ginjal. Hal itu disebabkan adanya gangguan autoimun dalam tubuh. Sampai saat ini, belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit mematikan tersebut. Selain itu, zat pengawet juga berpotensi mendatangkan kanker.

Back To Nature

Mengingat berbagai penyakit yang ditawarkan oleh minuman isotonik, ada baiknya bila kita kembali percaya pada alam. Alam telah menyediakan air putih yang terbukti lebih sehat daripada cairan berion lainnya. Bahan-bahan makanan yang kita konsumsi pun sudah mencukupi kebutuhan tubuh kita. Memang benar petuah guru SD kita, empat sehat lima sempurna jauh lebih bermanfaat daripada zat-zat kimia aneh yang kini marak diperdagangkan.

0 respon:

Posting Komentar

Itu sih kata @dinikopi, menurut kamu?