Jumat, 06 Februari 2015

Date Someone Who Write

Jadi begitu rasanya punya pasangan yang sama-sama penulis. Ada kalanya kamu akan menghabiskan waktu kencan dengan saling berdiam diri pada sudut kafe, tenggelam pada layar laptop di depan wajah masing-masing. Lalu entah di jam kedua atau ketiga, kalian akan sama-sama menunjukkan tulisan dan membicarakannya. Saling mengapresiasi dan membetulkan perspektif di sana sini. Pada akhir hari, hanya ada dua pucuk tulisan dan bekas bibir di ujung gelas.

Oh ini yang mereka bilang enaknya punya pasangan penulis. Kalian akan mengkristalkan satu sama lain lewat tulisan. Entah itu berupa tulisan blog, lembaran surat, surprise email, atau notes rahasia di balik dokumen ponsel. Memori akan pasangan akan hidup selamanya dalam bentuk tulisan. Saat pertengkaran dimulai, akan ada waktunya di mana kalian akan membaca ulang tulisan pasangan kalian dan kembali jatuh cinta. Kalian akan selalu diingatkan bagaimana pertama kali merasakan debar kencang saat bertemu atau sebuah hari indah di sofa sambil bermain catur.

Memang begitu punya pasangan yang suka menuangkan kata dalam tulisan. Hobi lainnya pasti mengamati. Kamu akan ditelisik dengan detail, dia akan merekam kebiasaanmu, di tangan mana kamu memakai jam, atau dapat membedakanmu di kerumunan. Ya, dia sesekali akan menuliskan caramu menyesap kopi dan tawamu yang renyah. Lewat tulisannya, kamu akan tahu bagaimana caranya mencintaimu.

Gambar dari sini
Jika pasanganmu berulang tahun dan kamu tak tahu harus menghadiahinya apa, bawa saja ke toko buku. Dia tahu apa yang mau dia lahap. Dia tak akan mengambil waktu bertele-tele menyusuri rak buku untuk tahu buku apa yang ia incar. Oh ya, penulis memang selalu punya daftar buku yang ingin dibeli. Daftar ini tak pernah habis.

Pasti lebih mudah untuk penulis menghabiskan waktu. Alih-alih terus menanyakan "kamu udah makan apa belum?" akan lebih normal jika menggantinya dengan "kamu nulis apa hari ini?" atau "buku yang kemarin, bagus nggak endingnya?". Obrolanmu tak pernah habis karena menulis dan membaca akan memperkaya.

Begitulah punya pasangan yang hobi menulis. Maka kamu akan dapat mendalaminya lewat tulisannya. Dia akan punya blog yang selalu dapat kamu gali untuk memindai karakternya, oh serta memorinya. Alih-alih menunjukkan foto, kamu akan lebih bangga memperkenalkan pasanganmu ke orang sekitar dengan mengarahkan mereka ke blog pasangan. Siapa yang tak bangga punya pasangan yang memiliki karya? ;)

Teruntuk kamu, iya, I'm proud having you.

-- hit me on @dinikopi

4 komentar:

  1. Wah, aku suka tulisannya. :) Boleh kushare kah?

    BalasHapus
  2. And I'm defenitely lucky for having a chance sharing life with you :)

    BalasHapus

Itu sih kata @dinikopi, menurut kamu?